Menunggu Demi Dia
oleh bianda
Malam itu Putra baru pulang dari kerja kelompok. Putra pun pulang mengendarai motornya dengan senang, karena Putra mendapatkan nomor wanita dari temannya sekelompoknya. Setelah sampai di rumah Putra langsung masuk ke kamarnya. Tanpa mengganti baju, Putra langsung merebahkan dirinya ke kasur dan menghidupkan hp-nya itu. Kemudian Putra langsung menulis pesan ke nomor wanita itu.“hai, intro?”
“Putri Mellenia Anjelina, (uti) intro back?”
“N.Frian Saputra, (uta) makasih ya,”
“sama sama,”
“lagi apa putri?”
“lagi baring aja nih, kamu?”
“lagi di jalan. Kamu orangnya care banget ya sama orang?”
“mau kemana? Hati hati ya, hehe iyaa,”
“mau pulang, iya iya Putri,”
“oke Putra,”
Malam itu hati Putra sangan senang karena putri menyambut perkenalannya itu dengan baik dan ramah.
“Putraaa,” panggil Bundanya.
“iya Bunda,”
“makan dulu baru tidur,” ucap Bunda.
“iya,”
Akhirnya Putra pun ke luar untuk makan dan kembali ke kamarnya untuk tidur.
Keesokkan paginya.
“pagi Putri,” pesan Putra.
“pagi juga uta,” ucap putri.
“hehe iya uti,”
“iya uta,”
Putra dan putri pun setiap hari saling komunikasi lewat smsan. Setelah 3 hari mereka komunikasi, akhirnya Putra pun memberanikan diri untuk menanyakan hal pribadi Putri.
“Putri, kamu udah punya pacar?”
“udah uta, ada apa?”
“yah, ya udah. Uta waiting uti ajalah,”
“haha, kenapa pula waiting uti?”
“kamu baik, perhatian,”
“haha bisa aja,”
“uta serius, emang uti udah berapa lama sama pacar uti?”
“tanggal 12 nanti 1 bulan,”
“wow, pantas ujian kemaren semangat,”
“semangatnya bukan cuma karena pacar kok,”
“gara-gara apa? Aku?”
“gara-gara semuanya,”
“iya deh uti”
Terhenti sms itu, Putra pun sedih karena Putri sudah memiliki pacar, padahal Putra sudah sayang dengan Putri karena perhatian Putri yang melebihi mantannya. Tetapi Putra tidak peduli Putri itu sudah memiliki pacar atau belum, Putra tetap berjuang mendapatkan hati Putri. Bahkan pernah waktu itu Putra sms Putri seperti ini singkatnya.
“lagi apa utiku?”
“lagi baring, utaku lagi apa?”
“sama siapa dimana? lagi di rumah teman,”
“sendiri, di kamar nih,”
“uta temanin boleh?”
“hehe boleh,”
“uta udah di situ kok,”
“mana ada uta,”
“ada tuh uti,”
“Hehe iyakah? Uta dimananya?”
“uta kan di hati uti,”
“iya uta bisa aja,”
“ya bisalah, emang uti nda bisa?”
“hehe bisa kok, bisa membuat seseorang jatuh cinta wkwk,”
“emang uti tahu siapa yang jatuh cinta sama uti?”
“gak sih hehe,”
“masa gak tahu? Uti tega,”
“soalnya yang jatuh cinta sama uti gak pernah bilang-bilang,”
“ini uta bilang uti, uta suka sama uti, uta sayang sama uti, tapi utinya punya pacar, uta bisa kok nunggu uti, uta gak mau ngancurin hubungan uti tapi uta gak tahu lagi harus gimana,”
“aduhh uta frontal,”
“maaf ya uti,”
“uti gak marah kok, uti malah senang uta frontal, jadi gak ada yang ditutup-tutupi”
“makasih ya uti,” kata Putra dan mengkhiri pembicaraan itu.
Sekarang Putra sudah merasa percaya diri, Putra berjanji akan tetap setia kepada Putri. Walaupun Putri sudah memiliki pacar atau pujaan hatinya, Putra berpikir, “biarlah mereka bahagia, asalkan orang yang ku sayang juga bahagia. Dan aku akan setia menunggu untuk orang yang ku sayang hidup bersamaku,”
Cerpen Karangan: Bianda
Sumber: http://cerpenmu.com/
0 komentar:
Posting Komentar